Kamis, 28 Juni 2012

Kamut untuk Ibu

Maafkan aku ibu, ketika aku tak mampu lagi menjadi penahan jatuhnya air dari pelupukmu, bahkan ketika ibu mempertaruhkan nyawanya untukku, aku malah tersenyum dengan tangisan ketika melihat duniaku yang baru..
Aku ingin membalasnya Bu, maskipun sangat tak sebanding.. aku ingin menjadi "bangga"mu, menjadi satu-satunya alasan adanya senyum ibu.
ketika sesekali aku berhasil meraihnya, mengapa harus ada begitu banyak orang yang tidak menyukai bahagia kita bersama ? hingga melukai ibu dan mengganti senyum ibu dengan air mata ? aku ingin melempari orang-orang itu dengan api Bu. aku marah .
tapi ibu memintaku menghujani mereka dengan senyuman dan kasih sayang yang kuat. mengapa Bu..?? bukankah itu sulit..?hatiku tidak seputih, sesuci, dan selembut ibu...
aku masih bisa melakukannya ketika hal itu menimpaku, bukan ibu.
aku benci pada setiap orang yang merangsang kelenjar air mata ibu untuk mengeluarkan substratnya bukan karena kebahagiaan . aku hanya menyayangimu Bu..